Suara Desa Terjawab di RDP DPRD Barito Utara: Tiga Desa Minta Solusi Konkret Atasi Krisis Listrik

Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kabupaten Barito Utara terkait gangguan listrik di Desa Lemo I, Lemo II, dan Pendreh. Para perwakilan desa menyampaikan langsung kondisi di lapangan yang selama ini dialami masyarakat, termasuk pemadaman listrik mendadak dan akses sulit ke lokasi jaringan listrik.
banner 468x60

MUARA TEWEH – Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Kabupaten Barito Utara untuk membahas gangguan listrik di Desa Lemo I, Lemo II, dan Pendreh berlangsung penuh harapan dan kepedulian. Sejumlah perwakilan desa hadir menyampaikan kondisi lapangan yang selama ini dirasakan masyarakat akibat seringnya pemadaman listrik mendadak.

RDP ini merujuk pada undangan resmi bernomor 005/267/KA.DPRD/2025 yang diterbitkan tanggal 19 November 2025, sebagai bentuk tindak lanjut dari laporan dan keluhan masyarakat.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Sekdes Lemo I: Sering Mati Listrik, Bahkan Saat Cuaca Masih Bagus

Sekretaris Desa Lemo I, Zainal Arifin, mengungkap bahwa pemadaman listrik tidak hanya terjadi saat hujan atau angin kencang, tetapi juga di kondisi cuaca cerah.

“Sering mati, kalau ada angin sedikit saja sudah padam. Tadi malam sekitar pukul 00.30 listrik mati, padahal cuacanya masih bagus. Baru menyala kembali sekitar pukul 06.30 pagi,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pemadaman listrik berdampak langsung pada administrasi desa dan komunikasi warga. Bahkan sinyal telepon dan internet ikut mati, sehingga informasi penting seperti kabar keluarga sakit atau meninggal dunia kerap terlambat sampai.

Zainal menegaskan bahwa tiga desa sepakat mencari solusi bersama. “Hari ini kita tidak mencari siapa yang salah, tapi mencari jalan keluar. Semua dirugikan jika listrik mati masyarakat rugi, PLN pun rugi. Kami siap mendukung keputusan bersama, asal ada solusi nyata,” ungkapnya.

Kades Lemo II: Warga Siap Hibahkan Lahan, CSR Siap Bantu, Tapi Belum Ada Tanggapan

Kepala Desa Lemo II, Hj. Elly Sukaisih, menyampaikan bahwa sejak tahun 2023 pemerintah desa telah mengusulkan pemindahan jalur listrik dari Pendreh ke Lemo Seberang, dan masyarakat telah dengan sukarela menandatangani surat hibah tanah tanpa meminta ganti rugi.

“Kami sudah koordinasi dengan Banjarbaru dan PT SMM. Pada tahun 2023–2024 mereka siap membantu melalui dana CSR. Tetapi sampai sekarang belum ada tanggapan dari pihak PLN. Kabel dan tiang yang sekarang sudah tidak layak lagi, sambungannya banyak, dan sangat sering menimbulkan gangguan.”

Ia berharap PLN segera memberi keputusan.

“Kalau memang jaringan harus diganti, kami mohon dipindah ke Lemo Seberang. Akses pemantauan lebih mudah dan masyarakat sudah siap mendukung.”

Kades Pendreh: Catwalk Meletus di Tengah Kampung, Warga Sampai Jantungan

Dari Desa Pendreh, Kepala Desa Ating J menyampaikan keluhan serius mengenai alat catwalk listrik yang sering meletus keras di tengah pemukiman warga.

“Letusannya sangat keras, sampai ada warga jantungan dan harus dibawa ke rumah sakit. Kami mohon jika bisa dipindah ke area Jembatan Gantung di Mawar Sungai Merah, agar lebih aman.”

Selain itu, akses jalan menuju lokasi jaringan listrik dinilai sangat memprihatinkan dan tidak layak digunakan petugas PLN.

“Kalau jalan rusak, petugas PLN pun kesulitan ke lokasi. Kami hanya minta satu motor saja bisa tembus jalan. Jangan sampai petugas memperbaiki jaringan, tapi keselamatan mereka terancam.”

Harapan Masyarakat: Keselamatan, Stabilitas, dan Komunikasi

Perwakilan masyarakat Desa Lemo juga menyampaikan bahwa kerusakan jaringan listrik tak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga mengancam keselamatan dan menghambat arus informasi.

“Jika listrik mati total, sinyal ikut mati. Saat ada keluarga meninggal atau sakit, kami tidak bisa berkabar. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi soal kemanusiaan,” ucap perwakilan warga secara haru.

Kesimpulan Sementara RDP

Dari hasil sementara rapat, disepakati beberapa poin penting

1. PLN diminta meningkatkan layanan dan kesiapan teknis di lapangan, termasuk penambahan jumlah petugas.

2. Usulan pemindahan jalur distribusi ke Lemo Seberang akan dikaji ulang dengan dukungan masyarakat dan pemerintah desa.

3. Jalan akses dan peralatan listrik yang berpotensi membahayakan masyarakat harus segera ditinjau.

4. DPRD siap mendorong PLN Unit Induk Distribusi Kalselteng untuk mempercepat langkah perbaikan melalui Rekomendasi Resmi Hasil RDP.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *