Pemprov Kalteng Perkuat Sinergi Penanggulangan Bencana Lewat Penyusunan IKD 2026

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko membuka Sosialisasi Kajian Risiko Bencana dan Perhitungan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 di Aula Kantor BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah.
banner 468x60

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana melalui penguatan koordinasi lintas sektor. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah penyelenggaraan Sosialisasi Kajian Risiko Bencana dan Perhitungan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Kalimantan Tengah Tahun 2026 di Aula Kantor BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan yang dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah tersebut menjadi momentum menyamakan persepsi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten dan kota dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam sambutan Sekda yang dibacakan Yuas Elko, disampaikan bahwa penyelenggaraan penanggulangan bencana merupakan bagian dari pelayanan dasar pemerintah yang harus dilaksanakan secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan.

“Kajian risiko bencana menjadi dasar penting dalam menyusun kebijakan pembangunan yang memperhatikan aspek keselamatan masyarakat dan ketangguhan daerah,” katanya.

Ia menjelaskan, hasil kajian risiko dan perhitungan IKD akan menjadi acuan pemerintah dalam mengidentifikasi tingkat ancaman, kerentanan, kapasitas, hingga kemampuan daerah menghadapi berbagai jenis bencana.

Dengan pendekatan berbasis data tersebut, pemerintah diharapkan mampu menyusun program mitigasi yang lebih efektif, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, serta memperkuat koordinasi antarlembaga dalam penanganan bencana.

Yuas Elko juga mengajak seluruh peserta untuk aktif berdiskusi dan memanfaatkan forum sebagai ruang bertukar pengalaman guna menghasilkan rekomendasi strategis bagi peningkatan kapasitas penanggulangan bencana di Kalimantan Tengah.

Sementara itu, sosialisasi yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti sebanyak 66 peserta dari unsur BPBD provinsi, BPBD kabupaten/kota, perangkat daerah, instansi vertikal, akademisi, pelaku usaha, hingga organisasi kemasyarakatan.

Kegiatan menghadirkan narasumber dari Direktorat Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB serta diikuti secara virtual oleh Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB, Udrekh.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap penyusunan Kajian Risiko Bencana dan Indeks Ketahanan Daerah dapat menjadi pijakan dalam membangun daerah yang lebih siap menghadapi ancaman bencana sekaligus mendukung pembangunan yang aman, berkelanjutan, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *